SENGGAMA
Sedikit tabu
untuk membicarakan masalah persenggamaan , tapi saya akan sedikit menjabarkan
beberapa hal tentang makna di balik persenggamaan antar pria dan wanita .
Mari kita
mulai dengan tujuan persenggamaan , bisa di bilang bersenggaman adalah salah
satu cara untuk sarana memperoleh keturunan , dan itu benar . Karena
terbentuknya janin dalam rahim seorang wanita adalah tindakan yang Mulia dan Agung
. Janin yang tumbuh di dalam rahim seorang wanita akan berubah menjadi Jabang
bayi dan lahir ke Bumi menjadi Bayi atau
manusia .
Kelahiran
manusia di bumi ini adalah buah dari persenggamaan antara pria dan wanita , Tetapi tidak semua
persenggamaan antar pria dan wanita bertujuan untuk memperleh keturunan atau melahirkan
manusia baru di bumi.
Baiklah saya
akan sedikit menjelaskan tentang hal yang paling mendasar tentang tubuh kita,
yakni setiap manusia mempunyai alat kelamin berupa penis dan vagina . Alat
kelamin tersebut di ciptakan bersama sel saraf dan kelenjar – kelenjar yang
memungkin kan manusia melakukan persenggamaan . Hal ini merupakan hal pendorong
alamiah pria dan wanita melakukan persenggamaan .
Bagaimana
kalau saya simpulkan bahwa persenggamaan merupakan kebutuhan kita sebagai
manusia mirip dengan makan dan minum . dan hal lumrah sebagai tindakan
pemenuhan kebutuhan tubuh Tapi kemudian persenggamaan di nilai oleh pandangan
susila sebagai hal yang tidak patut atau patut
, baik maupun buruk . Maka banyak ajaran dan anjuran yang muncul dan
menganggap persenggaman adalah hal yang sangat hati-hati .
Tubuh kita
mempunyai batasan sendiri dalam hal apapun , termasuk batasan dalam hal hasrat atau
nafsu akan persenggamaan . Tetapi tak sedikit dari pria dan wanita yang
mempunyai pikiran liar yang mempengaruhi khayalan dan hal lainnya dari luar
yang membuat pria dan wanita mempunyai hasrat dan nafsu secara berlebihan .
Persenggamaan yang dilakukan secara berlebihan mirip seperti kita makan dan
minum secara berlebihan , bukannya segar , Tubuh menjadi banyak beban.
Persenggamaan yang dilakukan dengan orang yang tidak tepat sama seperti makan
buah beracun , Akan berdampak tidak baik dan merusak kehidupan .
Jadi letak
persoalan sebenernya tentang persenggamaan selain tujuan yang dimaksud adalah
ketika seorang pria atau wanita diliputi keserakahan dan pikiran yang liar
tentu tindakannya yang demikian merusak persenggamaan . Karena sudah melenceng
dari tujuan awal , yakni adanya kesadaran bahwa persenggaman adalah jalan dan
upaya untuk melahirkan manusia baru .
Bagaimana
kalau kita merenung sejenak , kita berpikir bahwa kelahiran manusia di dunia ,
manusia suci dilakukan dengan persenggamaan sebagai cara yang sangat mulia dan
suci .
Persenggamaan
menjadi suatu ritual yang Agung yang dilakukan pria dan wanita yang jiwanya
selaras di dasari cinta kasih dan saling ketersediaan masing- masing untuk
saling memuliakan .
Apakah harus
ada ikatan perkawinan untuk syarat
melakukan persenggamaan ?Saya tegas menjawab TIDAK .
Ikatan
perkawinan tidak lantas mengesahkan persenggamaan . Bahwa persenggamaan tidak
lantas lebih baik dan bermutu apabila ada ikatan perkawinan . Kita bicara dalam
dua hal di ranah yang berbeda sekalipun saling terkait .Ikatan perkawinan
memang penting bagi sebagian nalar manusia untuk membentuk suatu rumah tangga
dan untuk ketertiban masyarakat , terutama untuk memelihara hak wanita dan
anak-anak . Wanita yang telah berjuang hamil dan melahirkan , Hak nya akan
lebih terjaga . Karena sebagai akibat dari perkawinan , para Pria mempunyai
kewajiban untuk memberikan sandang , pangan dan papan bagi Wanita dan anak-anak
yang kelak dilahirkan . Memang tujuan perkawinan adalah membentuk tatanan
kehidupan yang seimbang , dimana semua anggotanya hidup terjamin .
Bagi saya
sendiri , perkawinan hanyalah sebuah pilihan , bukan keharusan . Kenapa? Karena
bagaimanapun setiap manusia baik pria dan wanita mempunyai hak dan kebebasan untuk
melakukan apapun. Aturan di perlukan untuk mengatur seseorang melakukan
kebebasannya dengan tidak mengganggu kebebasan orang lain . Lagipula kawin atau
tidak kawin , tatanan masyarakat akan tetap seimbang dengan aturan yang di
buat.
Semakin
banyak membuat aturan , manusia semakin tidak percaya dengan kemampuan dirinya
sendiri dalam menggunakan cara berpikir, berkata bahkan bertindak .
Kembali lagi
, ke perkawinan dan persenggamaan . Bahwa persenggamaan harus dilakukan dalam
ikatan perkawinan adalah cara agar orang tidak melaukan persenggamaan secara
sembarangan .Agar Pria dan wanita punya status yang jelas ,dan tidak akan ada yang
dirugikan seperti wanita dan anak yang terlantar akibat persenggamaan yang
sembarangan .
Dan menurut
saya pemikiran ini sangat bagus dan bisa
di maklumi.
Madiun , 17
Juni 2018
No comments:
Post a Comment