Sunday, June 17, 2018


SENGGAMA

Sedikit tabu untuk membicarakan masalah persenggamaan , tapi saya akan sedikit menjabarkan beberapa hal tentang makna di balik persenggamaan antar pria dan wanita .
Mari kita mulai dengan tujuan persenggamaan , bisa di bilang bersenggaman adalah salah satu cara untuk sarana memperoleh keturunan , dan itu benar . Karena terbentuknya janin dalam rahim seorang wanita adalah tindakan yang Mulia dan Agung . Janin yang tumbuh di dalam rahim seorang wanita akan berubah menjadi Jabang bayi dan lahir ke Bumi menjadi  Bayi atau manusia .
Kelahiran manusia di bumi ini adalah buah dari persenggamaan antara  pria dan wanita , Tetapi tidak semua persenggamaan antar pria dan wanita bertujuan untuk memperleh keturunan atau melahirkan manusia baru di bumi.
Baiklah saya akan sedikit menjelaskan tentang hal yang paling mendasar tentang tubuh kita, yakni  setiap manusia mempunyai  alat kelamin berupa penis dan vagina . Alat kelamin tersebut di ciptakan bersama sel saraf dan kelenjar – kelenjar yang memungkin kan manusia melakukan persenggamaan . Hal ini merupakan hal pendorong alamiah pria dan wanita melakukan persenggamaan .
Bagaimana kalau saya simpulkan bahwa persenggamaan merupakan kebutuhan kita sebagai manusia mirip dengan makan dan minum . dan hal lumrah sebagai tindakan pemenuhan kebutuhan tubuh Tapi kemudian persenggamaan di nilai oleh pandangan susila sebagai hal yang tidak patut atau patut  , baik maupun buruk . Maka banyak ajaran dan anjuran yang muncul dan menganggap persenggaman adalah hal yang sangat hati-hati .
Tubuh kita mempunyai batasan sendiri dalam hal apapun , termasuk batasan dalam hal hasrat atau nafsu akan persenggamaan . Tetapi tak sedikit dari pria dan wanita yang mempunyai pikiran liar yang mempengaruhi khayalan dan hal lainnya dari luar yang membuat pria dan wanita mempunyai hasrat dan nafsu secara berlebihan . Persenggamaan yang dilakukan secara berlebihan mirip seperti kita makan dan minum secara berlebihan , bukannya segar , Tubuh menjadi banyak beban. Persenggamaan yang dilakukan dengan orang yang tidak tepat sama seperti makan buah beracun , Akan berdampak tidak baik dan merusak kehidupan .
Jadi letak persoalan sebenernya tentang persenggamaan selain tujuan yang dimaksud adalah ketika seorang pria atau wanita diliputi keserakahan dan pikiran yang liar tentu tindakannya yang demikian merusak persenggamaan . Karena sudah melenceng dari tujuan awal , yakni adanya kesadaran bahwa persenggaman adalah jalan dan upaya untuk melahirkan manusia baru .
Bagaimana kalau kita merenung sejenak , kita berpikir bahwa kelahiran manusia di dunia , manusia suci dilakukan dengan persenggamaan sebagai cara yang sangat mulia dan suci .
Persenggamaan menjadi suatu ritual yang Agung yang dilakukan pria dan wanita yang jiwanya selaras di dasari cinta kasih dan saling ketersediaan masing- masing untuk saling memuliakan .
Apakah harus ada ikatan perkawinan untuk syarat  melakukan persenggamaan ?Saya tegas menjawab TIDAK .
Ikatan perkawinan tidak lantas mengesahkan persenggamaan . Bahwa persenggamaan tidak lantas lebih baik dan bermutu apabila ada ikatan perkawinan . Kita bicara dalam dua hal di ranah yang berbeda sekalipun saling terkait .Ikatan perkawinan memang penting bagi sebagian nalar manusia untuk membentuk suatu rumah tangga dan untuk ketertiban masyarakat , terutama untuk memelihara hak wanita dan anak-anak . Wanita yang telah berjuang hamil dan melahirkan , Hak nya akan lebih terjaga . Karena sebagai akibat dari perkawinan , para Pria mempunyai kewajiban untuk memberikan sandang , pangan dan papan bagi Wanita dan anak-anak yang kelak dilahirkan . Memang tujuan perkawinan adalah membentuk tatanan kehidupan yang seimbang , dimana semua anggotanya hidup terjamin .

Bagi saya sendiri , perkawinan hanyalah sebuah pilihan , bukan keharusan . Kenapa? Karena bagaimanapun setiap manusia baik pria dan wanita mempunyai hak dan kebebasan untuk melakukan apapun. Aturan di perlukan untuk mengatur seseorang melakukan kebebasannya dengan tidak mengganggu kebebasan orang lain . Lagipula kawin atau tidak kawin , tatanan masyarakat akan tetap seimbang dengan aturan yang di buat.
Semakin banyak membuat aturan , manusia semakin tidak percaya dengan kemampuan dirinya sendiri dalam menggunakan cara berpikir, berkata bahkan bertindak .

Kembali lagi , ke perkawinan dan persenggamaan . Bahwa persenggamaan harus dilakukan dalam ikatan perkawinan adalah cara agar orang tidak melaukan persenggamaan secara sembarangan .Agar Pria dan wanita punya status yang jelas ,dan tidak akan ada yang dirugikan seperti wanita dan anak yang terlantar akibat persenggamaan yang sembarangan .
Dan menurut saya pemikiran ini  sangat bagus dan bisa di maklumi.
Madiun , 17 Juni 2018

No comments:

Post a Comment

Hai... Malam ini aku nangis, kedengaran nya biasa aja ya. Tapi ini gak biasa, aku nangis karena kebodohan ku sendiri. Tepatnya kebodohan k...